RSS Feed

>11 Rakaat Hunter

Posted on

>

Masih dalam edisi Ramadhanku di Pulau orang…
Kalo di posting sebelumnya sempet kena shocking Ramadhan gara2 ketidaksamaan kebiasaan cara beribadah (red:taraweh), nah finally aq temukan juga jalan keluarnya. Bersama mbak Ria yang juga berasal dr jogja, dimulailah pertualangan mencari 11 rakaat taraweh.
Yap, hari kedua aq berinisiatif ke sebuah masjid di kawasan dinas angkatan laut. Alasan pertama adalah mencari ventilasi yang cukup. Nah, karna arsitektur bangunan masjid ini tinggi dan banyak jendela, jadilah taraweh di dalamnya ga lagi berasa di sauna. Nyess…dan zzzZZ…(lhoh?!). Hari ke3 masih tetap nyaman di masjid yang sama.
Hari ke4 malam kami hajar taraweh di depan rumah dian, kampung jawa. Masjid kecil dengan jamaah yg mayoritas orang tua dengan hitungan rakaat 11 ini jadi pilihan juga…Perbedaan kali ini bukan cuma tempat taraweh tapi juga di malam itu untuk pertama kalinya dalam hidup, aq taraweh BARENG SUAMI…!! (Dan ga pernah terbayangkan bakal ngrasain ini di tempat perantauan!!)….
Next, hari ke 5. Masjid raya jadi pilihan. Rasanya ga afdol klo ga nyobain masjid terbesar di kota perantauan. Dan harap catat, masjid raya ga melaksanakan 11 rakaat, tapi 23…tetap dua-puluh-tiga. Dan dengan kesepakatan bersama, pulanglah kami pada rakaat ke 8. Heheheh…
Berbicara tentang masjid raya,,,Namanya juga masjid raya, ini masjid paling gede di pulau ini. dan adem karna langit2nya tinggi dan fan dimana2… Yeah, luv it๐Ÿ˜‰ !! Nah satu lagi, kebiasaan 23 rakaat, bacaan2 shalatnya pun cepet juga meski ga sekilat surau depan kosan.
sudah dulu lah…next time upload foto2nya… ^_^

About Orange

Istri dari suami yang super yang punya mimpi untuk PULANG dan menjadi pendamping hebat untuk suami. Masih punya cita2 untuk berkarya dirumah dengan menjadi ibu dari anak2 yang sholeh-sholehah. Namun, sekarang masih harus mengasah kesabaran untuk tetap belajar menjadi karyawan sebuah perusahaan dg jam kerja...Masyaallah...

2 responses »

  1. >Dasar mereka yang 11 rakaat adalah hadits Nabi SAW:ุนูŽู†ู’ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง ู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽุฒููŠู’ุฏู ูููŠู’ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ูˆูŽู„ุงูŽุบูŽูŠู’ุฑูู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฅูุญู’ุฏูŽู‰ ุนูŽุดู’ุฑูŽุฉูŽ ุฑูŽูƒู’ุนูŽุฉู‹. ุฑูˆุงู‡ ุงู„ู†ุณุงุฆูŠโ€Dari Aisyah RA bahwa Rasulullah SAW tidak pernah menambah di dalam ramadhan dan di luar Ramadhan dari 11 rakaatโ€. (HR. Al-Bukhari)lebing lengkapnya ad di :http://blog.its.ac.id/syafii/2009/08/09/shalat-tarawih-dan-jumlah-rakaatnya/

    Balas
  2. >meskipun udah telat ngomennya ya…tapi tapi tapi…komennya mas fajar nyeZ banget di baca….. MAKASIH MAS FAJAR…… hehe

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: